Peta Penutupan Lahan

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Pemantauan sumber daya hutan diperlukan untuk memberikan informasi kondisi hutan Indonesia secara menyeluruh. Pemantauan sumber daya hutan yang dilakukan oleh Kementerian LHK dalam hal ini Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (Dit. IPSDH) adalah pemantauan tutupan lahan seluruh Indonesia. Penutupan lahan dihasilkan dari kegiatan penafsiran data citra satelit secara manual (digitasi on-screen).

Kegiatan pemantauan sumber daya hutan dilaksanakan dengan melibatkan beberapa pihak antara lain Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Planologi dan Tata Lingkungan yaitu Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) yang tersebar di seluruh Indonesia.

LAPAN menyediakan data citra satelit yang telah terkoreksi dan siap untuk digunakan dalam kegiatan penafsran citra satelit. BIG menyediakan peta dasar yang menjadi acuan dalam penafsiran citra satelit. Kegiatan penafsiran sendiri dilaksanakan oleh BPKH I-XXII yang kemudian dikoordinasikan, dikompilasi dan dikontrol kualitas oleh Dit. IPSDH. Keterlibatan BPKH dalam kegiatan pemantauan sumber daya hutan adalah untuk meningkatkan kualitas data yang dihasilkan. Dengan kemampuan dan pemahaman lapangan maka diharapkan data yang dihasilkan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

More To Explore

Uncategorized

Peta Desa dan SDGs Desa

Pembahasan mengenai SDGs Desa Nomor 9: Infrastruktur dan Inovasi Desa sesuai Kebutuhan. Bagaimana upaya pengembangan dan pembangunan desa dalam bidang infrastruktur dan inovasi desa perlu

Spasial

Sumber Data Spasial

Data spasial dapat diperoleh dari beberapa sumber antara lain : 1. Peta Analog Peta analog (antara lain peta topografi, peta tanah dan sebagainya) yaitu peta